Masuk 6.30

Posted On Januari 15, 2009

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Kemajuan Jam Sekolah
Menjadi 6.30

Dulu sebelum adanya aturan tentang kemajuan jam sekolah menjadi 6.30,siswa siswi Tarsisius II masuk pkl 07.00.Bukan hanya murid sekolah Tarsisisus II,tetapi semua murid sekolah di seluruh Jakarta dan di beberapa kota lainnya.
Alasan mengapa dibuatnya peraturan kemajuan jam sekolah,karena anak sekolah diutamakan agar bisa berangkat sekolah tepat waktu tanpa harus mengalami kemacetan di jalan raya.Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi kemacetan di kota Jakarta dan kota lainnya yang melakukan aturan tersebut.
Ada banyak murid yang keberatan atas aturan sekolah tersebut.Tetapi bagi yang sudah biasa datang pagi peraturan baru tersebut dijalani dengan biasa.
Saya sebagai murid Tarsisius II merasa biasa dengan aturan tersebut.Kebetulan sekolah saya sangat dekat dengan rumah saya.Sselain itu waktu saya masih SD saya terbiasa berangkat pagi.
Walaupun rasanya lelah mengikuti aturan baru tersebut,namun bagi saya itu harus tetap dijalani.Karena itu juga dapat melatih kedisiplinan kita.

Posted On Desember 5, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Migrasi Windows ke Linux

Divisi IT sekarang disibukkan dengan pekerjaan install-menginstall Sistem Operasi. Hal ini tentunya membuat heboh seluruh perusahaan yang menggunakan OS Windows bajakan plus aplikasi bajakan yang lainnya. Beranjak dari masalah tersebut, maka sebagai divisi yang dianggap paling melek bidang IT ditugaskan untuk melakukan riset untuk hal tersebut. Dari hasil percobaan selama beberapa minggu maka disepakati ada beberapa komputer yang masih menggunakan OS Windows (dengan software asli), beberapa menggunakan OS Linux (disarankan menggunakan Distro Linux Fedora Core 5) dan beberapa menggunakan DOS. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan sebelum melakukan migrasi dari OS Windows ke OS Linux :

1. Kebutuhan Hardware

Pada kenyataannya masih banyak komputer yang masih menggunakan komputer Pentium III (bahkan ada yang menggunakan versi sebelumnya), hal ini tentunya menjadi kendala sebab pada kenyataannya pada waktu menginstall OS Linux butuh setidaknya Pentium III memori 128 MB untuk proses instalasi yang wajar.

2. Kebutuhan Software

Selama ini masih banyak komputer yang menggunakan software-software yang berjalan hanya di OS Windows dan DOS.

3. Kemauan dan Kemampuan Pengguna

Kemauan pengguna, ini yang perlu di garis bawahi, pada kenyataannya masih banyak orang yang enggan untuk berpindah untuk menggunakan OS yang lain selain OS Windows. Hal ini tentunya bisa dimaklumi karena kesibukan masing-masing sehingga tidak sempat untuk belajar di lingkungan OS yang lain. Kemampuan pengguna ternyata juga menjadi faktor yang penting, karena pada kenyataannya masih banyak yang belum mengetahui apa itu Linux dan segala variannya.

Dari beberapa faktor tersebut ternyata untuk melakukan migrasi dari OS Windows ke OS Linux sangat banyak kendala. Dari sudut pandang bisnis tidak mungkin mengganti software-software yang berjalan dengan OS Windows karena memerlukan biaya dan belum lagi training yang memerlukan waktu ekstra.

Migrasi Softwware ke Linux

Posted On November 19, 2008

Disimpan dalam Uncategorized

Comments Dropped tinggalkan tanggapan

Migrasi Software ke Linux

Linux merupakan sistem operasi yang bersifat free dan open source software. Keberadaan linux dan open source di Indonesia sudah ada sejak tahun 90-an. Masyarakat secara umum beberapa tahun ini mencari solusi software murah dan legal yang sebenarnya sudah lama ada tersebut.

Mengapa membuang ratusan juta bahkan milyaran rupiah untuk lisensi bila tersedia solusi lisensi lain seharga 0 (nol) rupiah?. Semua manajemen perusahaan sudah saatnya menyadari bahwa di tengah kondisi ekonomi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, segala bentuk penghematan sebisa mungkin harus dilakukan. Dan juga kita ketahui, selama beberapa bulan terakhir ini Microsoft Indonesia dan rekannya BSA (Business Software Alliance) gencar melakukan audit dan sweeping pada perusahaan di Indonesia untuk membayar lisensi atas penggunaan produk-produknya.

Meskipun memiliki kesamaan fungsi sebagai sistem operasi komputer, perbedaan pokok antara Linux dan Windows ada pada posisi titik awal perkembangannya. Linux berkembang dari dunia Unix dengan segala persoalan multi tasking dan multi usernya. Windows berkembang dari dunia komputer mikro yang serba personal. Dengan kata lain, Linux dirancang dengan karakteristik server sementara Windows dirancang sebagai sistem operasi untuk komputer personal.

Dalam memperbandingkan kedua sistem operasi ini, sering terjadi kerancuan pada aspek yang diperbandingkan antara sistem operasi dengan aplikasi-aplikasinya. Sebagai contoh, paket sistem Windows hanya memuat program aplikasi minimal: game soliter, window/internet explorer, utilitas sistem operasi dan aplikasi sederhana untuk membuat file dokumen dan gambar seperti notepad, mspaint dan write. Di dalam paket sistem Linux biasa, kita bisa menemui hampir semua program aplikasi Linux yang ada di dunia ini. Dengan demikian, instalasi suatu paket Linux bisa disetarakan dengan instalasi Windows, Office sekaligus dalam hal kelengkapan program-program aplikasi lainnya.

Maksud Dan Tujuan MIgrasi Software ke Linux

Migrasi ini tidak semudah yang kita bayangkan. Perusahaan tetap perlu menimbang cost and benefit, yang tentunya juga di tunjang oleh sdm IT yang siap secara teknik maupun fisik untuk melakukan eksplorasi LINUX/FOSS mencari dan mendapatkan cara yang efektif dan efisien, sesuai kebutuhan untuk kelancaran operasional cabang, sehingga tercapainya migrasi TOTAL LINUX/FOSS dengan tetap mempertahankan apa yang sudah berjalan baik selama ini dan bahkan mengusahakan bisa menjadi lebih baik. Yang pada akhirnya akan tercapai tujuan mengurangi bahkan menghilangkan Cost License Software secara signifikan.

Komitmen, dukungan penuh dari manajemen dan sdm IT yang berkompeten adalah segalanya untuk mencapai tujuan ini.Tidak ada kata tidak untuk melakukan sesuatu yang kita yakini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita semua, dengan prinsip “semua masalah pasti ada solusinya, tergantung seberapa besar usaha yang kita akan lakukan untuk mencari dan mendapatkan solusi itu”.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.